Rabu, 05 Desember 2012

Cerpen


ANAK SINGKONG
VS
ANAK KEJU
Lia adalah seorang gadis dengan latar belakang berasal dari keluarga sederhana yang notabene segala sesuatunyapun serba sederhana, baik itu dalam hal sandang, pangan, ataupun papan. dia hidup di sebuah desa yang terpencil, desa yang masih terjaga keasriannya, dan terjaga pula ketradisionalannya termasuk adat istiadatnya. Kedua orang tua  lia sangat peduli terhadap pendidikan, mereka ingin salah satu dari anaknya mengenyam pendidikan yang sangat tinggi, kebetulan lia adalah anak yang ingin sekali melanjutkan pendidikannya dan mencapai cita-citanya yaitu menjadi seorang guru. Lia merupakan anak yang gigih dan pantang meyerah dia bisa membuktikannya dengan prestasi-prestasinya yang gemilang sejak ia bersekolah di sekolah dasar. Sewaktu SD dia selalu mendapatkan rengking pertama sampai ia lulus sekolah dasar tersebut. Setelah lulus dari sekolah dasar ia melanjutkan sekolah menengah di daerahnya, jarak antara sekolah ke rumahnya itu sekitar delapan kilometer, ia tempuh dengan berjalan kaki. Terlalu banyak rintangan yang selalu ia hadapi dalam menjalani pendidikannya selama SMP sehingga prestasinyapun sangat menurun. Kesehatannya semakin memburuk karena mungkin dia terlalu capek karena setiap hari harus bangun jam empat pagi berangkat sekolah jam lima pagi tiba di sekolah jam tujuh harus langsung belajar tanpa istirahat, itu yang dilakukannya setiap hari. Tapi walaupun demikian, lia tak pernah merasa lelah dan ingin terus melanjutkan pendidikannya itu, menjelang kelas tiga SMP lia mulai menemukan cinta monyetnya dan menjadi motivator untuk hidupnya. Dia mulai bangkit kembali karena dia mendapat suntikan motivasi dari cinta monyetnya tersebut, sebut saja namanya tandi. Tandi adalah seorang bocah polos yang pada saat itu merupakan juara umum pertama di SMP yang lia tempati. Tandi yang pada saat itu, sempat menyisipkan surat cintanya dalam buku catatan lia, ternyata dalam surat itu dia menyatakan perasaanya.
“lia kamu cantik, kamu begitu indah dimataku. Aku selalu menyimpan senyummu dimemori ingatanku. Mungkin terlalu indah perasaan ini untuk aku pendam sendiri, tapi aku sama sekali tak mampu untuk memendamnya. Tandi sayang lia”. Itulah yang tertulis dalam surat tersebut.
Liapun membacanya dengan mata berkaca bahagia. Hingga akhirnya mereka semakin dekat dan menjalani hubungannya dengan tidak mengganggu prestasi masing-masing. menjelang UAN mereka selalu belajar bersama sambil berbincang.
“li kalo kamu lulus, mau dilanjutin kemana?” tanya tandi
Liapun menjawab “aku disuruh ngelanjutin di Cianjur tan, kamu?”.
“belum pasti li, o iya gimana kalo kita taruhan ?” sambung Tandi
“taruhan apa tan?” lia kembali bertanya
“kalo nem kamu lebih besar dari aku, nanti aku kasih hadiah. Tapi kalo nem kamu lebih kecil dari aku, kamu harus siap jadi babu aku, gimana?” sambung tandi
Lia tidak langsung menjawab karena lia pikir dia tak akan sanggup mengalahkan sang juara umum pertama di Sekolahnya. Tapi tetap optimisme lia mulai bangkit, diapun menjawab pernyataannya tandi “oke, siapa takut”.
Seiring berjalannya waktu, tiba saatnya mereka menjalankan UAN dan mendapatkan hasilnya. Mereka lulus dengan nilai yang sempurna. Dan tandi mendapatkan kejutan dari lia. Kejutannya yaitu bahwa ternyata nilai lia lebih besar dari pada tandi, itu artinya lia menjadi juara umum pertama pada semester itu. Tak pernah terduga ternyata tandi sudah menyiapkan hadiah untuk lia seblum-sebelumnya, yaitu berupa puisi yang romantis yang isinya ternyata ucapan selamat tinggal tandi kepada lia karena tandi akan melanjutkan pendidikannya di luar kota. Liapun membaca puisinya itu dengan bertemankan air mata yang berderai dipipinya, ternyata kebahagiaan yang lia rasakan ketika bersama tandi harus berakhir. Lia terpukul dengan apa yang telah tandi ciptakan, ternyata sebilah kata pisah telah membuat semangat lia menjadi sebuah kepesimisan.
Semenjak kehilangan tandi lia tak pernah ingin kenal dengan sesosok pria, selama itu pula lia hanya menjadi sosok wanita kampung yang stylenya bisa dibilang cupu. Tapi pada saat itu, prestasi lia cukup baik, otaknya bisa mengalahkan otak-otak kota yaitu otak teman-temannya semasa SMA. Menjelang ujian praktik tataboga  lia sekelompok dengan rekan-rekan sekelasnya,  kemudian dia menyiapkan peralatannya untuk praktik di rumah salah satu rekannya yang bernama meli. Meli merupakan salah satu anak yang paling gaul di sekolah dia mempunyai seorang kakak pria yang pada saat itu ia adalah pria gaul yang stylistis yang bernama azay. Pada saat lia di rumah meli, lia melihat azay yang baru bangun tidur, tidak tahu kenapa ketika itu lia langsung teringat pada perasaannya terhadap tandi cinta monyetnya. Lia berfikir “kenapa aku teringat tandi ketika aku pertama melihat azay kakanya meli, padahal aku sama sekali tak mengenal azay”, ternyata lia mulai bisa suka sama pria setelah selama tiga tahun lia berusaha tertutup pada laki-laki. Azaypun tersenyum kepada lia, dan ternyata azay melihat sisi yang lia punya, yaitu kepintaran lia. Azay berbincang dengan lia dan hingga akhirnya mereka tukeran nomor handphone. Setelah beberapa minggu mereka menjalin komunikasi, ternyata walaupun mereka berbeda latarbelakang tapi mereka tetap bisa nyambung dan azaypun mulai kagum pada lia. Azay yang pada saat itu telah mempunyai seorang kekasih bernama rani mulai jarang komunikasi dengan kekasihnya, dia lebih sering komunikasi dengan lia yang notabene lia adalah gadis yang baru ia kenal. Hingga akhirnya azay mengungkapkan perasaannya pada lia dengan begitu mudah, padahal azay masih ada status hubungan dengan rani tapi azay tidak mengakui hubungannya dengan rani pada lia, yang pada akhirnya liapun mulai menjalani dengan azay. Hubungan lia dengan azay sama sekali tak disetujui oleh teman-teman azay yang rata-rata anak gaul semua. Disana lia mulai minder, karena lia merasakan hal itu semua bahkan lia sempat dengar celetukan teman azay yang sangat membuat lia down saat itu, ternyata azay menjalin hubungannya dengan lia hanya sekedar iseng dan azay tak pernah mengakui bahwa lia adalah kekasihnya. Karena lia memang bukan tipenya azay. Mungkin karena lia anak kampung yang cupu, sedrehana, dan tidak cantik. Sedangkan azay adalah seorang pria yang terlahir di kota, gaul, dan disukai oleh banyak gadis. Sejak itu, lia sangat kecewa dengan apa yang dia rasakan terhadap azay. Ternyata azay adalah seorang playboy yang mengobral cintanya pada setiap wanita. Lia pun mencoba bangkit dan tidak ingin ada pria-pria selanjutnya yang menyakiti lia. Karena lia selalu ingat hinaan-hinaan teman-teman azay yang sangat melukai hati lia, liapun mencoba berganti style atas rekomendasi dari teman-teman lia yang geram akan tingkahnya azay pada lia pada saat itu, karena lia tak mau di jadikan bahan hinaan seperti yang dilakukan oleh azay dan kawan-kawan. Hingga akhirnya ternyata seorang anak singkong bisa berubah menjadi seorang anak keju.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar